”Kalo mau gampang dapet kredit tanpa agunan (KTA), mending minta ke bank tempat kita payroll. Dijamin bakal cepat karena si bank ngerasa secure kan udah tahu siapa kita dan langsung potong gaji yang lewat bank mereka.”
Ekhel sepertinya tahu persis apa yang dipikirkan Rendy. Sobat lamanya itu sudah ngebet ingin mengembangkan bisnis katering istrinya. Rencana itu terbentur masalah klasik. Apalagi kalau bukan permodalan. Setelah dihitung-hitung, dia butuh tambahan modal Rp 50 juta.
”Bener juga ucapan Ekhel. Kenapa sampai tak kepikiran ambil KTA saja ya. Lagian ngapain pusing-pusing nyiapin syarat-syaratnya. Tinggal ajuin aja di bank tempat payroll. Toh, butuhnya pinjamannya kecil cuma buat genapin modal saja.” Randy akhirnya senyum-senyum sendiri.
Ekhel kasih tahu lagi kalau bank yang jadi tempat payroll lagi gencar-gencarnya nawarin KTA. Sudah banyak teman-teman kantor yang memanfaatkan tawaran itu untuk beragam kebutuhan.
Ini namanya aji mumpung mengingat KTA itu punya keunggulan karena tak diperlukan jaminan atau agunan sebagai persyaratan. Tapi sedari awal mesti paham jika bunganya tinggi sehingga disarankan ambil jangka waktu yang singkat.
”KTA itu sendiri dibagi jadi tiga lho, bro,” ucap Ekhel.
Dia pun menjelaskannya satu per satu untuk menolong Randy rmendapatkan KTA yang paling bagus.
KTA umum
Ekhel memaparkan KTA regular itu dipecah lagi jadi dua, yaitu KTA regular nasabah dan non nasabah. Nah, yang KTA nasabah itu ditujukan kepada mereka yang sudah terlebih dulu punya rekening di bank tersebut.
Beda lagi sama yang non nasabah di mana mereka belum jadi nasabah bank tersebut. “Ada beda perlakuan bro. Mereka yang jadi nasabah biasahnya dikasih keringanan bunga dari orang yang belum tercatat jadi nasabah.”
KTA yang bekerjasama dengan perusahaan karyawan
Pinjaman tanpa agunan jenis ini jelas ditujukan kepada mereka yang menerima gaji bulanan lewat bank yang memberi kredit. Artinya, perusahaan bekerjasama dengan bank tertentu sebagai tempat untuk mendistribusikan gaji karyawan mereka.
”Kan perusahaan kita kerjasama sama bank xxx. Kita manfaatkan deh itu untuk ajuin KTA Payroll karena bakal diistimewakan. Bunganya dikasih sangat rendah daripada KTA buat nasabah biasa atau regular.”
KTA Promo
”Kalau yang golongan KTA promo ini bisa jadi hanya bank-bank tertentu saja. Atau bisa jadi ada program yang sedang dikampanyekan bank dalam waktu tertentu. KTA ini dijanjikan pengurusan supercepat. Selama semua syarat terpenuhi, bank bisa langsung cairkan pinjaman.” Ekhel menyudahi penjelasannya dengan menyeruput jus mangga di tangannya sampai habis.
Oh ya, Ekhel mengingatkan lagi bila nilai plus KTA adalah tidak akan ada aset yang disita karena tak ada jaminan itu tadi. Meski, jangan sampai deh ngemplang karena bank bakalan melapor ke Bank Indonesia. Kalau sudah masuk BI Checking, otomatis reputasi nasabah jadi jelek dan bakal sulit mengakses ke lembaga keuangan lain.
“Tetaplah jaga kepercayaan bank dengan cara jangan sampai telat bayar cicilannya. Kalau ini dipraktikan, maka tak tertutup kemungkinan besok-besok saat ajukan pinjaman lagi bank bakalan senang hati kasih,” saran Ekhel.
“Misalnya, bisnis katering istri sudah lumayan nih dan pengen percepat pelunasan. Kira-kira bagaimana,” tanya Randy berharap sohibnya itu kasih solusi yang oke bin mantab.
“Bisa sih dilunasin cepat,” tukas Ekhel. Cuma dia mengingatkan kalau itu akan mengundang konsekuensi adanya biaya pinalti. Besarannya tergantung kebijakan masing-masing bank.
”Kalau aku pribadi sih, mending bayar pinalti kalau sudah ada duitnya dibanding bayar bunga flatnya yang lumayan gede. Pinalti yang sekian persen itu tak sebanding dengan bayar bunganya yang puluhan persen!”
Randy pun kurang lebih sudah mendapat gambaran KTA yang paling bagus untuknya. “Thanks banget bro. Ngomong-omong dikau ini kerja di perusahaan logistik apa sales bank?” Kali ini omongan Randy dibalas Ekhel dengan melayangkan handuk bau kecut keringatnya!
Image credit:
- https://liputan6-media-production.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/medias/42148/big/uang-rupiah130507b.jpg
- http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/754985/big/027881100_1414044041-Chili_Pari_Bisnis_Katering_Gibran.jpg
0 komentar